Hampir setiap orang/teman yang saya tanyai tentang tips membeli RAM yang bagus, hanya mengetahui besar berdasarkan satuan Gigabyte (GB) dan hal sepele lainnya (seperti merek) tanpa mengetahui detail lainnya. Karena kebiasaan ini sering pula setiap pengguna komputer asal membeli RAM tanpa mengetahui kinerja (bukan kapasitas) RAM tersebut. Mereka hanya terpaku besaran Gigabyte dan jenisnya seperti DDR3.

Padahal mengetahui kinerja RAM seperti kecepatan RAM sangat penting dan sering tidak diketahui pengguna awam. Bisa jadi komputer yang memiliki RAM berkapasitas 2GB lebih bagus dibandingkan yang memiliki kapasitas 4GB. Untuk itu saya akan membahas sedikit apa itu RAM.

RAM merupakan tipe memory utama komputer yang berfungsi  sebagai tempat penyimpanan data sementara & mempercepat pemrosesan data karena dapat disimpan dan diambil kembali dengan cepat. RAM juga merupakan sekumpulan chip IC (intergrated circuit) yang bersifat volatile, yang artinya data akan ikut terhapus apabila tidak ada tegangan listrik dengan artian RAM membutuhkan tegangan listrik untuk menyimpan dan memproses data.

RAM sendiri dibagi menjadi dua tipe yaitu :

  1. DRAM (Dynamic RAM) contohnya FPM, EDO, SDRAM, RDRAM, DDR SDRAM, DDR2 SDRAM, DDR3 SDRAM, dan DDR4 SDRAM.
  2. SRAM (Static RAM) adalah RAM yang digunakan sebagai cache berkecepatan tinggi dan buffer.

Langsung saja ke topik bahasannya. Kenapa RAM perlu di Upgrade? Hal ini timbul karena penggunaan RAM yang kian hari kian meningkat  berdasarkan tingkat kebutuhannya dalam penggunaan komputer. Sebagian orang awam sering salah mengartikan membeli RAM yang terpenting adalah Size nya saja. Padahal itu belum tentu benar, karena ukuran RAM harus juga diimbangi dengan kecepatan RAM. Akan sangat sia-sia apabila kita membeli RAM yang hanya melihat dari ukurannya tapi mempunyai kinerja dan kecepatan pemrosesan yang buruk.

Berikut sebagai contohnya spesifikasi RAM pada laptop saya :

Dari gambar diatas berfokus pada Max Bandwidth yang terdapat kode PC3-10700 (667MHz), ini adalah kode RAM saya yang mengindikasikan kecepatan MB/s. Berikut contoh tabel untuk data jenis RAM :

Menurut info spesifikasi RAM saya maka RAM saya yang memiliki kode PC 10700 mempunyai kecepatan setidaknya 1333 MHz (dikarenakan sebenarnya PC10666 adalah PC10700).

Nah cara menghitungnya kita ketahui dulu, untuk satuan data 1 byte = 8 bit. Maka kita hitung :

10700 / 8 = 1337.5 MHz (atau 1333 MHz menurut tabel).

Penghitungan ini tidak selalu persis pada tabel tergantung pada hasilnya.

Untuk ” Transfer Rate” dihitung ke nanosecond dengan mengkonversikan hasilnya. Dalam 1 detik sama dengan 1.000.000.000 (milyar) ns atau nanosecond.Untuk 1 detik 1337.5 MHz = 1/1.337.500.000 second. Jadi kita hitung hasil akhirnya untuk nanosecond adalah : 

1/1.337.500.000 x 1.000.000.000 = 0.747 nanosecond/bit.

Kesimpulannya, kecepatan RAM yang saya miliki dapat memproses transfer data sebesar 0.747 nanosecond untuk 1 bit data yang dikirim ke processor.

Untuk itu dalam membeli RAM kita juga perlu mengecek spesifikasinya. BUKAN hanya dari ukurannya namun juga kecepatan transfer datanya. Pada umumnya semakin besar angka kode dibelakang “PC” semakin bagus akan tetapi berdasarkan latency (kemungkinan waktu hambatnya setara milisecond atau biasa disebut ping) itu belum tentu. Jangan hanya tergiur harga RAM yang lebih murah walaupun ukurannya sama, bisa jadi memang transfer datanya lebih rendah.

Ada juga beberapa orang awam sering salah mengartikan jika kita memasang RAM yang berukuan berbeda tidak akan berfungsi. Itu tidak benar. RAM tetap akan berjalan walaupun diisi dengan ukuran yang berbeda dari RAM lainnya. NAMUN perlu diingat, RAM yang berjalan pada komputer hanya akan berdasarkan Memori RAM yang paling rendah.

Contoh bila kita memiliki RAM 4 GB, lalu kita tambah dengan RAM 8 GB, maka RAM 8 GB yang baru tadi hanya akan berfungsi sebesar 4 GB atau separuhnya saja dikarenakan RAM bekerja berdasarkan memori RAM yang paling rendah. Disitu memori RAM yang paling rendah adalah 4 GB maka keduanya hanya akan berjalan sebesar 4 GB saja, maka sia-sia saja kita memasang RAM berukuran lebih besar/lebih kecil dari RAM sebelumnya yang telah terpasang yang berukuran berbeda.

Oleh karena itu kita disarankan membeli RAM yang ukurannya sama, bukan karena RAM tidak akan bekerja, tetapi karena penggunaan yang sia-sia. Sekian dari saya semoga bermanfaat.